<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Cangkruane Kang Abbas &#187; Uncategorized</title>
	<atom:link href="http://djabrik.wordpress.com/category/uncategorized/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://djabrik.wordpress.com</link>
	<description>Uneg-unegnya Cah Ndeso</description>
	<lastBuildDate>Tue, 25 Aug 2009 02:30:06 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<cloud domain='djabrik.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://www.gravatar.com/blavatar/c1c0f165aa32f6f0b9f2a50f07ca4b2d?s=96&#038;d=http://s.wordpress.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Cangkruane Kang Abbas &#187; Uncategorized</title>
		<link>http://djabrik.wordpress.com</link>
	</image>
			<item>
		<title>Tetap Mesra di Kala Haidh (1)</title>
		<link>http://djabrik.wordpress.com/2009/08/25/tetap-mesra-di-kala-haidh-1/</link>
		<comments>http://djabrik.wordpress.com/2009/08/25/tetap-mesra-di-kala-haidh-1/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 25 Aug 2009 02:30:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>djabrik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Tangga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://djabrik.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Haid merupakan lampu merah bagi suami untuk berdekat-dekat dengan istri?Berhenti jugakah segala aktivitas kemesraan pasangan suami istri?Haruskah seorang suami libur dari bermesraan sampai istrinya selesai dari masa nifas? Dr Muslim Muhammad Al Yusuf dalam buku ‘Tetap Mesra Saat Darurat’ menjelaskan kepada kita permasalahan bermesraan di kala haid dan nifas ini.  Dikarenakan tulisan beliau panjang, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=djabrik.wordpress.com&blog=58390&post=51&subd=djabrik&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Haid merupakan lampu merah bagi suami untuk berdekat-dekat dengan istri?Berhenti jugakah segala aktivitas kemesraan pasangan suami istri?Haruskah seorang suami libur dari bermesraan sampai istrinya selesai dari masa nifas? Dr Muslim Muhammad Al Yusuf dalam buku ‘Tetap Mesra Saat Darurat’ menjelaskan kepada kita permasalahan bermesraan di kala haid dan nifas ini.  Dikarenakan tulisan beliau panjang, maka akan kami bagi menjadi dua, yaitu:</p>
<p>Bagian pertama, akan membahas bermesraan di daerah atas pusar dan di bawah lutut.<br />
Bagian kedua, akan membahas bermesraan di daerah bawah pusar dan di atas lutut.<br />
<span id="more-51"></span><br />
Berikut penjelasan Dr. Muslim Muhammad Al Yusuf, semoga bermanfaat</p>
<p>A. Bermesraan dengan Istri yang Haid dan Nifas di Daerah Atas Pusar dan Bawah Lutut</p>
<p>Para ahli ilmu telah sepakat tentang bolehnya bermesraan dengan istri yang sedang haid dan nifas di daerah atas pusar dan bawah lutut, baik dengan ciuman, dekapan, tidur bersama, bercumbuan dan lain sebagainya.1 Dalil-dalil mereka mengenai hal itu adalah sebagai berikut:</p>
<p>Pertama, dalil dari sunnah Nabi yang mulia, yakni antara lain:</p>
<p>Dari Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu anhuma, ia berkata,</p>
<blockquote><p> ”Apabila salah seorang di antara kami sedang haid, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam biasa menyuruhnya mengenakan kain sarung di tempat keluarnya haid, lalu beliau mencumbuinya.” Aisyah melanjutkan, “Dan siapakah di antara kalian yang mampu menguasai hajatnya, sebagaimana Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam dahulu mampu menguasai hajatnya?”</p></blockquote>
<p>Dari hadits ini, dapat disimpulkan bolehnya bermesraan dengan istri yang sedang haid dan nifas di daerah atas pusar dan bawah lutut. Karena arti, “mengenakan kain sarung (ta’taziru),” adalah mengikatkan kain sarung yang bisa menutupi pusarnya dan daerah bawahnya sampai lutut.</p>
<p>DariMaimunah radhiyallahu anhuma, ia berkata,</p>
<blockquote><p>“Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam biasa mencumbui istri-istrinya di atas kain sarung, saat mereka haid.”</p></blockquote>
<p>Dari Aisyah radhiyallahu anha, ia berkata:</p>
<blockquote><p> “Apabila salah seorang di antara kami haid, Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam biasa menyuruhnya (mengambil kain sarung). Ia pun mengikatkan kain sarungnya, lalu beliau mencumbunya”</p></blockquote>
<p>Dari Haram bin Hakim, dari pamannya, bahwa ia pernah bertanya kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam :</p>
<blockquote><p>”Apa yang halal bagiku sebagai suami terhadap istriku, saat ia haid?” Beliau menjawab, “Bagimu daerah atas kain sarungnya.”</p></blockquote>
<p>Semua hadits ini, baik secara tersurat maupun tersirat, menunjukkan bolehnya bermesraan dengan istri yang sedang haid dan nifas di daerah atas pusar dan bawah lutut, dengan berbagai gaya bermesraan. </p>
<p>Kedua, dalil dari ijmak</p>
<p>Para ahli ilmu telah berijmak tentang bolehnya bermesraan dengan istri yang sedang haid dan nifas di daerah atas pusar dan bawah lutut, dan tidak ada seorang pun dari mereka yang berbeda pendapat tentang hal tersebut.6Bersambung pada tulisan kedua insya Allah.</p>
<p>Di salin dari buku: “Tetap Mesra Saat Darurat” – Dr. Muslim Muhammad Al-Yusuf,Penerbit Zam-Zam, Solo.Cet 1 – 2008, hal: 58-74<br />
Catatan kaki:</p>
<p>   1. Ahkamul Qur’an, karya Al-Jashshash, II: 21; Mukhtashar Khalil wa Jawahirul Iklil, 1:31; Bidayatul Mujtahid, 1: 49; Al-Jami’ lil Ahkamil Qur’an, III: 87; Al-Majmu’, II : 364; Mughniyyul Muhtaj, 1: 120; Al-Mughni, 1: 333; Majmu’ul Fatawa, 1: 624; dan Nailul Authar, 1: 323<br />
   2. Diriwayatkan oleh Asy-Syaikhani  yaitu Bukhari dan Muslim<br />
   3. Diriwayatkan oleh Muslim<br />
   4. Diriwayatkan oleh Muslim<br />
   5. Diriwayatkan oleh Baihaqi dalam As-Sunanul Kubra. Hadits semisal ini juga diriwayatkan dari Ashim bin Umar. Demikian pula diriwayatkan oleh Darimi dari seorang laki-laki yang namanya tidak disebutkan<br />
   6. Lihat Fathul Qadir, I : 167; Al-Umm, I : 51; Al-Mughni, 1: 333; Majmu’ul Fatawa, XXI:642; Bidayatul Mujtahid, I:49; dan Tuhfatul Ahwadzi, I: 350</p>
Posted in Uncategorized  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/djabrik.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/djabrik.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/djabrik.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/djabrik.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/djabrik.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/djabrik.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/djabrik.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/djabrik.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/djabrik.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/djabrik.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=djabrik.wordpress.com&blog=58390&post=51&subd=djabrik&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://djabrik.wordpress.com/2009/08/25/tetap-mesra-di-kala-haidh-1/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">djabrik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tuhan 9 Centi</title>
		<link>http://djabrik.wordpress.com/2006/11/02/tuhan-9-centi/</link>
		<comments>http://djabrik.wordpress.com/2006/11/02/tuhan-9-centi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Nov 2006 08:54:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>djabrik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://djabrik.wordpress.com/2006/11/02/tuhan-9-centi/</guid>
		<description><![CDATA[Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok..
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok..
Di sawah petani merokok..
di pabrik pekerja merokok..
di kantor pegawai merokok..
di kabinet menteri merokok..
di reses parlemen anggotaDPR merokok..
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok..
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok..
di perkebunan pemetik buah kopi merokok..
di perahu, nelayan penjaring ikan merokok..
di pabrik petasan pemilik modalnya [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=djabrik.wordpress.com&blog=58390&post=12&subd=djabrik&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;">Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok..<br />
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok..</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;">Di sawah petani merokok..</span><span style="font-size:11pt;"><br />
di pabrik pekerja merokok..<br />
di kantor pegawai merokok..<br />
di kabinet menteri merokok..<br />
di reses parlemen anggotaDPR merokok..<br />
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok..<br />
hansip-bintara-perwira nongkrong merokok..<br />
di perkebunan pemetik buah kopi merokok..<br />
di perahu, nelayan penjaring ikan merokok..<br />
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok..<br />
di pekuburan sebelum masuk kubur merokok..</span><br />
<span id="more-12"></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;">Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na&#8217;im sangat ramah bagi perokok..<br />
Tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok..</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;">Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok..<br />
di ruang kepala sekolah ada guru merokok..<br />
di kampus mahasiswa merokok..<br />
di ruang kuliah dosen merokok..<br />
di rapat POMG orang tua murid merokok..<br />
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya  apakah ada buku tuntunan cara merokok..??<br />
Di angkot Kijang penumpang merokok..<br />
di bis kota sumpek yang berdiri-yang duduk orang bertanding merokok..<br />
di loket penjualan karcis orang merokok..<br />
di kereta api penuh sesak orang festival merokok..<br />
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok..<br />
di andong Yogya kusirnya merokok..<br />
sampai  kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok..</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;">Negeri kita ini sungguh nirwana kayangan para dewa-dewa bagi perokok..<br />
Tapi tempat cobaan sangat berat bagi orang yang tak merokok..<br />
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita..</span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;">Di pasar orang merokok..<br />
di warung Tegal pengunjung merokok..<br />
di restoran di toko buku orang merokok..<br />
di kafe di diskotik para pengunjung merokok..</span></p>
<p>Bercakap-cakap kita jarak setengah meter tak tertahankan abab rokok..<br />
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun menderita di kamar tidur<br />
ketika melayani para suami yang bau mulut dan hidungnya mirip asbak rokok..</p>
<p>Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul saling menularkan HIV-AIDS <span> </span><br />
sesamanya, tapi kita tidak ketularan penyakitnya. Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus, kita ketularan penyakitnya. Nikotin lebih jahat penularannya ketimbang HIV- AIDS..</p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;">Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia..<br />
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu, bisa ketularan kena..      </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;">Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok..<br />
di apotik yang antri obat merokok..<br />
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok..<br />
di ruang tunggu dokter pasien merokok.. dan ada juga dokter-dokter merokok..<br />
Istirahat main tenis orang merokok..<br />
di pinggir lapangan voli orang merokok..<br />
menyandang raket badminton orang merokok..<br />
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok..<br />
panitia pertandingan balap mobil..<br />
pertandingan bulutangkis, turnamen sepakbola mengemis-ngemis mencium kaki<br />
sponsor perusahaan rokok..<br />
<!--[if !supportLineBreakNewLine]--><!--[endif]--></span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;">Di kamar kecil 12 meter kubik sambil &#8216;ek-&#8217;ek orang goblok merokok..<br />
di dalam lift gedung 15 tingkat dengan tak acuh orang goblok merokok..<br />
di ruang sidang ber-AC penuh, dengan cueknya, pakai dasi, orang-orang goblok merokok..</span></p>
<p>Indonesia adalah semacam <span style="font-style:italic;">firdaus-jannatu-na&#8217;im</span> sangat ramah bagi orang perokok, tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok..<br />
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru, diam-diam menguasai kita..</p>
<p>Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh, duduk sejumlah ulama terhormat merujuk kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa. Mereka ulama ahli hisap. <span style="font-style:italic;">Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.</span> <span>  </span></p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;">Bukan ahli hisab ilmu falak, tapi ahli hisap rokok. Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka terselip berhala-berhala kecil, sembilan senti panjangnya, putih warnanya,<br />
ke mana-mana dibawa dengan setia, satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya..</span><span>     </span></p>
<p>Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang, tampak kebanyakan mereka memegang rokok dengan tangan kanan, cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri. Inikah gerangan pertanda yang terbanyak kelompok <span style="font-style:italic;">ashabul yamiin </span>dan yang sedikit golongan <span style="font-style:italic;">ashabus syimaal</span>?</p>
<p>Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu. <em>Mamnu&#8217;ut tadkhiin,<br />
ya ustadz. Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz</em>. Kyai, ini ruangan ber-AC penuh. <em>Haadzihi al ghurfati malii&#8217;atun bi mukayyafi al hawwa&#8217;i</em>. Kalau tak tahan, di luar itu sajalah merokok. <em>Laa taqtuluu anfusakum.     </em></p>
<p><em>Min fadhlik, ya ustadz</em>. 25 penyakit ada dalam <span style="font-style:italic;">khamr. Khamr</span> <span style="color:#cc0000;">diharamkan</span>. 15 penyakit ada dalam daging <span style="font-style:italic;">khinzir </span>(babi). Daging <span style="font-style:italic;">khinzir</span> <span style="color:#cc0000;">diharamkan</span>. 4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok. Patutnya rokok diapakan..???</p>
<p>Tak perlu dijawab sekarang, ya <span style="font-style:italic;">ustadz</span>. <span style="font-style:italic;">Wa yuharrimu &#8216;alayhimul khabaaith</span>. Mohon ini direnungkan tenang-tenang, karena pada zaman Rasulullah dahulu, sudah ada alkohol, sudah ada babi, tapi belum ada rokok.</p>
<p>Jadi ini PR untuk para ulama. Tapi jangan karena <span style="font-style:italic;">ustadz</span> ketagihan rokok, lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan, jangan..<br />
Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini. Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu, yaitu ujung rokok mereka. Kini mereka berfikir. Biarkan mereka berfikir. Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap, dan ada yang mulai terbatuk-batuk..
</p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;">Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini, sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati </span><span></span>karena penyakit rokok. Korban penyakit rokok lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas, lebih gawat ketimbang bencana banjir, gempa bumi dan longsor, cuma setingkat di bawah korban narkoba..</p>
<p>Pada saat sajak ini dibacakan, <span style="color:#cc0000;">berhala-berhala</span> kecil itu sangat berkuasa di negara kita, jutaan jumlahnya, bersembunyi di dalam kantong baju dan celana, dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna, diiklankan dengan indah dan cerdasnya..</p>
<p>Tidak perlu wudhu atau <span style="font-style:italic;color:#000099;">tayammum</span> menyucikan diri, tidak perlu ruku&#8217; dan sujud untuk <span style="font-size:11pt;">taqarrub pada tuhan-tuhan ini, karena orang akan khusyuk dan fana dalam nikmat lewat upacara menyalakan api dan </span><span style="color:#cc0000;">sesajen</span> asap tuhan-tuhan ini..<br />
<span style="font-style:italic;color:#3333ff;"><br />
Rabbana</span>, beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.</p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;"><br />
<em>(Penulis:Taufiq Ismail)</em></span>
</p>
<p class="MsoNormal"><span style="font-size:11pt;"> </span></p>
<p class="poweredbyperformancing">powered by <a href="http://performancing.com/firefox">performancing firefox</a></p>
<p class="poweredbyperformancing">powered by <a href="http://performancing.com/firefox">performancing firefox</a></p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/djabrik.wordpress.com/12/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/djabrik.wordpress.com/12/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/djabrik.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/djabrik.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/djabrik.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/djabrik.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/djabrik.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/djabrik.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/djabrik.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/djabrik.wordpress.com/12/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/djabrik.wordpress.com/12/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/djabrik.wordpress.com/12/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=djabrik.wordpress.com&blog=58390&post=12&subd=djabrik&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://djabrik.wordpress.com/2006/11/02/tuhan-9-centi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">djabrik</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hello world!</title>
		<link>http://djabrik.wordpress.com/2006/01/05/hello-world/</link>
		<comments>http://djabrik.wordpress.com/2006/01/05/hello-world/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jan 2006 09:54:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>djabrik</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false"></guid>
		<description><![CDATA[Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!
       <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=djabrik.wordpress.com&blog=58390&post=1&subd=djabrik&ref=&feed=1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class='snap_preview'><br /><p>Welcome to <a href="http://wordpress.com/">WordPress.com</a>. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!</p>
<img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/djabrik.wordpress.com/1/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/djabrik.wordpress.com/1/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/djabrik.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/djabrik.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/djabrik.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/djabrik.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/djabrik.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/djabrik.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/djabrik.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/djabrik.wordpress.com/1/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/djabrik.wordpress.com/1/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/djabrik.wordpress.com/1/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=djabrik.wordpress.com&blog=58390&post=1&subd=djabrik&ref=&feed=1" /></div>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://djabrik.wordpress.com/2006/01/05/hello-world/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">djabrik</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>